TIPS Perkelahian Dasyat
Perkelahian tidak dapat dihindarkan lagi, hadapilah lawan dengan tetap memperhatikan kewaspadaan, ketenangan, dan percaya diri.
1. Jangan memberi kesempatan lawan untuk menyerang
Gerakan cepat, tepat, dan kuat untuk melumpuhkan lawan harus kita lakukan terlebih dahulu, sebelum lawan menyerang lebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membuat lawan terkejut, dan apabila serangan kita tepat sasaran akan membuat lawan menjadi lemah. Namun perlu diantisipasi kalau lawan dapat mengelak/menghindar atau serangan kita ternyata tidak tepat sasaran.
2. Seranglah daerah/titik rawan lawan
Titik rawan merupakan cara untuk melumpuhkan lawan yang cukup efektif, seperti menendang kemaluan, menendang tulang kering, menginjak kaki, menyerang bagian tenggorokan.
3. Gunakan peralatan yang dibawa
Tas, tongkat, payung, ikat pinggang, atau peralatan lainnya yang sedang kita bawa dapat dijadikan senjata untuk menyerang atau tameng untuk menahan serangan.
Melihat banyaknya kejahatan yang timbul akhir-akhir ini, bukan tidak mungkin segala bentuk usaha menjadi tidak berguna. Tindak kejahatan dengan senjata dan dilakukan oleh lebih dari satu orang sudah menjadi ciri kejahatan masa kini. Dengan belajar beladiri setidak-tidaknya kita sudah mengetahui teknik untuk menyerang dan menahan serangan serta melatih untuk menjadi lebih berani dan meningkatkan percaya diri. Karena itu diperlukan kesiapan mental, fisik yang akan membuat lebih percaya diri. Namun demikian kita tetap harus pasrah kepada yang Maha Kuasa, walaupun sudah berusaha tapi ternyata masih gagal untuk membela diri janganlah merasa kecewa karena semuanya itu sudah ada yang mengatur dan merupakan takdir ALLAH SWT.
Selasa, 23 Juni 2009
LAWAN JANGAN DICARI, TAPI JIKA LAWAN DATANG JANGAN LARI...:-)
MANFAAT seni pernafasan bela diri...
Latihan pernafasan dengan menahan dan menekan nafas di bawah perut (abdominal pressing) merupakan aktifitas pelatihan otot-otot daerah perut.
Kegiatan tersebut dapat membakar timbunan cadangan lemak yang dapat mengganggu penampilan (perut gendut dan selulit). Disisi lain akan diperoleh meningkatnya kemampuan dan kapasitas vital paru-paru, meningkatnya Hb darah, meningkatnya elasitas/kelenturan pembuluh darah, tekanan darah cenderung menuju normal. Hal ini akan memperlancar pendistribusian zat makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh, juga akan mempermudah pembuangan sisa-sisa pembakaran. Dengan lancarnya jalur ini kotoran-kotoran seperti kolesterol dan lemak yang berlebihan akan mudah tersingkir dan mengurangi kemungkinan “panas dalam”. Dengan kata lain tubuh menarik (langsing berisi) dapat diperoleh melalui senam pernafasan ini, dengan catatan latihan harus rutin dan diimbangi dengan pola makan yang benar. Pelatihan gerakan melalui jurus-jurus memiliki keistimewaan mengencangkan otot-otot sebagai penunjang penampilan.
Pengenalan terapi senam pernafasan yang menyertakan do’a (menurut keyakinannya masing-masing) dalam pemusatan kosentrasi dapat meningkatkan ketenangan batin /kedamaian yang dapat tersiratkan dalam pancaran wajah yang bersinar (memiliki aura cerah) jauh dari stress, murung, emosi dan keputusasaan yang sering terwujudkan wajah kusam kurang menarik.
Hasil yang diperoleh setelah beberapa kali melakukan senam pernafasan ini akan langsung kelihatan, tubuh menjadi segar bergairah, nafas bertambah longgar dengan tercermin pada wajah yang bersinar, otot-otot menjadi kencang dan liat. Dan juga jangan kaget bila hasilnya ganda, misalnya tidak hanya percaya diri dalam penampilan tetapi juga sekaligus menyembuhkan penyakit-penyakit yang diderita dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Selasa, 28 April 2009
SIAPKAN UJIAN 2 MEI 2009
agendakan gerakan :
-pukulan 1000 kali setiap hari.........
-tendangan 1000 kali setiap hari........
5 faktor penentu serangan efektif :
- menyerang dengan kemantapan hati
- fokus sasaran
- tepat sasaran
- full power
- cepat dan beruntun menyerang
Sabtu, 21 Maret 2009
"Impian itu sangaaat pentiiing"
begini kisahnya sahabat.....
Pada suatu hari, 3 orang budak yang juga sahabat karib menemukan sebuah lampu ketika sedang bekerja keras menggali pasir di sungai. Lampu tersebut kelihatannya sangat bagus dan antik, dan ketika mereka sedang membersihkan lampu tersebut, tiba tiba keluar asap dan muncullah seorang jin, rupanya tanpa disengaja mereka membebaskan seorang jin yang sudah terkurung ribuan tahun lamanya di dalam lampu tersebut.
Untuk menunjukkan rasa terimakasihnya, sang jin berjanji akan memenuhi masing masing satu permintaan dari ketiga sahabat karib tersebut sebelum pergi meninggalkan mereka.
Karena memiliki impian sejak kecil untuk menjadi seorang pangeran yang tampan dan tinggal di istana yang megah, budak yang pertama pun mengajukan permintaanya kepada sang jin dan WUSSS… seketika dia berubah menjadi seorang pangeran yang tampan dan kaya raya.
Melihat permintaan temannya dikabulkan dengan mudah, budak yang kedua pun cepat cepat mengutarakan impiannya, yaitu ingin menjadi seorang cendekiawan yang pintar dan terkenal. Dan WUSSS…. sama seperti temannya yang pertama, seketika dia berubah dari budak menjadi seorang cendekiawan yang sangat dihormati oleh semua orang.
Sekarang tiba giliran budak yang ketiga untuk mengajukan permintaan terakhir sebelum sang jin pergi, rupanya selama ini dia tidak memiliki impian karena menurutnya impian itu hanyalah angan angan yang tidak mungkin tercapai… jadi… ketika melihat semua sahabat karibnya sudah berubah dari budak menjadi pangeran dan cendekiawan, saking paniknya diapun mengajukan permintaan… yaitu… dia meminta….. meminta………… supaya kedua temannya…… diubah kembali menjadi budak… supaya dia tidak kehilangan kedua sahabatnya… dan WUSSS… seketika kedua temannya pun berubah kembali menjadi budak yang harus kembali bekerja keras setiap hari…!!!
Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga sering bertemu dengan orang yang memiliki sikap mental seperti budak yang ketiga? Orang yang tidak memiliki impian dan selalu hidup dalam penjara mentalnya sehingga mensia-siakan hidupnya dan bahkan terkadang mensia-siakan hidup orang yang dikasihinya? Atau bahkan mungkin saja anda sendiri masih berada dalam penjara mental anda? Jika ya, bukankah sekarang sudah saatnya untuk keluar dari penjara mental anda…???
Berikut ini tips yang bisa anda praktekkan dari cerita diatas:
1. Milikilah impian dalam hidup anda, buatlah daftar minimal 100 hal yang ingin anda lakukan sebelum anda meninggal, susun menurut prioritas, kemudian ambillah satu dari daftar teratas, pikirkan bagaimana caranya untuk mencapainya dan take action, sesudah tercapai, ambillah yang berikutnya dst.
2. Apapun komentar yang dikatakan oleh orang orang disekeliling anda, kalau anda sudah memutuskan, tetaplah fokus pada impian dan sasaran hidup anda, jangan biarkan “budak ketiga” mencuri impian anda.
Selamat mencoba…
Sukses Tanpa Batas…!!!Minggu, 08 Februari 2009
kungfu thifan
Baik untuk kesehatan sekaligus bekal berjihad
Kebaikan akan berhadapan dengan kejahatan. Begitulah sunatullahnya. Maka tak heran bila para da’i dan para santri sejak dulu membekali diri dengan kemampuan bela diri. Di kalangan Nahdhatul Ulama (NU), misalnya, dikenal perguruan pencak silat Pagar Nusa. Di Muhammadiyah ada Tapak Suci. Belakangan muncul thifan, bela diri sejenis kungfu. Rasulullah sendiri, dalam satu riwayat, memang pernah berwasiat agar kaum Mukminin mengajarkan anak-anaknya ketangkasan bertarung dan membela diri seperti bermain pedang, memanah, menunggang kuda serta berenang. Saat Islam mulai menyebar ke kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur, kaum Muslimin di kawasan ini terus memegang wasiat Rasulullah itu, mempelajari beladiri yang sesuai dengan kebiasaan dan keahlian masyarakat setempat.
Di Asia Selatan dan Asia Timur, terutama di kawasan Cina, para da’i mengandalkan beladiri bernama Thifan Po Khan. Sejenis kungfu yang dikombinasi dengan beladiri lainnya serta sudah dibersihkan dari unsur-unsur kesyirikan dan kejahiliyahan. Menurut sesepuh dan perintis kebangkitan thifan di Indonesia, Ustadz Merzedek, diperkirakan thifan lahir pada sekitar tahun 700-an, sejalan dengan perkembangan Islam ke berbagai belahan dunia.
Pukulan Tangan Bangsawan Dalam bahasa Urwun, Thifan Po Khan memiliki arti pukulan tangan bangsawan. Disebut demikian karena gerakan-gerakan dalam thifan relatif halus dibandingkan beladiri serumpunnya seperti Syufu Taesyu Khan, sehingga beladiri yang halus ini dianggap cocok untuk para bangsawan. Di negeri Cina, thifan menjadi olah raga beladiri kalangan pesantren-pesantren yang lazim disebut lanah (berasal dari bahasa Arab: lajnah, yang berarti lembaga/panitia/yayasan, red). Layaknya pesantren di sini, yang dipelajari dalam lanah tidak hanya ilmu beladiri, tetapi justru yang utama adalah ilmu-ilmu agama. Kini istilah lanah masih digunakan untuk menyebut sebuah padepokan latihan thifan, meski bukan lagi berupa lembaga pendidikan seperti pesantren. Agak berbeda dengan olahraga beladiri lain yang telah berkembang di tanah air, di thifan kelompok latihan laki-laki dan perempuan senantiasa dilakukan terpisah (waktu latihan berbeda). Bahkan diusahakan pelatihnya pun yang sejenis. Gerakan-gerakan dan jurus antar dua kelompok ini juga berbeda; untuk kalangan perempuan lebih halus.
Setiap kali latihan harus dimulai dan diakhiri dengan doa pembuka dan penutup majelis. Bahkan untuk lanah-lanah di Jakarta, usai latihan kerap ditambah dengan majelis ilmu berupa pembahasan kitab shirah (sejarah) Nabi dan para sahabat. Mirip halaqah majelis ta’lim. “Dulu saya sering terserang flu yang kronis, tapi sejak berlatih thifan, alhamdulillah sembuh,” tutur Ibtidain Hamzah Kham pelatih senior thifan mencontohkan manfaat berlatif thifan. Gerakan-gerakan dasar dalam thifan meliputi pukulan, tendangan, sapuan, bantingan, serta elakan. Selain itu juga berlatih koprol dan salto, sebagaimana sering dilihat di film-film laga dari Hongkong. Latihan salto ini sangat diperlukan untuk bertarung, terlebih jika dikeroyok banyak orang. Yang tak kalah penting adalah latihan pernafasan. Selain untuk kesehatan, latihan ini berguna untuk membangkitkan daht (tenaga dalam) dari tubuh kita, baik berupa daht panas maupun daht dingin. Dengan daht panas, bagian tubuh orang yang terkena akan hangus. Sebaliknya dengan daht dingin, dapat menjalarkan rasa dingin membeku pada bagian tubuh lawan hingga ke pangkal tulang.
Menurut Ibtidain, hanya mereka yang tekun dan rutin berlatih yang dapat cepat menguasai berbagai keunggulan thifan. “Ada dua akhwat murid saya yang sangat tekun dan rajin berlatih, sehingga meski baru sekitar setahun berlatih mereka sudah mampu mengeluarkan daht dalam pukulannya,” ungkapnya. Ibtidain punya kebiasaan unik. Kadang-kadang sengaja naik bus kota yang ditengarai banyak copetnya. Begitu copet beraksi ia pun turut beraksi menghajar si tangan-tangan jahil itu, hingga mereka terkapar. Sesekali ia pun mengajak para murid senior untuk memerangi penjahat-penjahat jalanan. Cari penyakit? “Oh tidak, ini latihan berjihad melawan kemunkaran,” jawab Ibtidain sambil nyengir. Hitung-hitung partisipasi masyarakat membantu polisi mengamankan kota. “Buat apa belajar beladiri jika tidak dimanfaatkan untuk melawan kemungkaran,” tambah alumnus Jurusan Syariah LIPIA Jakarta ini. Selama ini ia sudah sekitar 20 kali bertarung dengan para preman dan penjahat. Debut pertama ia lakukan tahun 1995. Mulanya tidak sengaja, alias kepepet. Waktu itu ia akan dipalak (dimintai uang) empat orang preman, tapi pemuda ini melawan hingga seorang yang terbesar dibantingnya hingga terkapar.
Sejak itulah ia jadi rajin beroperasi memberantas preman dan penjahat, meski harus menghadapi risiko dikeroyok. Di terminal Cirebon ia pernah dikeroyok oleh lebih dari 20 preman setempat. Mulanya ia sempat meng-KO beberapa di antaranya, tapi karena tidak berimbang ia akhirnya memilih kabur. “Untuk menghindari kepungan mereka saya terpaksa lari di atas genteng rumah-rumah orang, seperti ninja saja,” kenangnya sambil tersenyum. Setahun belakangan aktivitas itu ia kurangi. Bukan berhenti, tapi ia hendak mempersiapkan sebuah tim khusus pemberantas kejahatan.
***
Dalam kitab Zho Dam tertulis, thifan merupakan ilmu perkelahian tersendiri dan merupakan pecahan dari ilmu Tae Kumfu (Kungfu Tao). Tae berarti dahsyat, sedangkan Kumfu berasal dari kata kungfu yang dalam bahasa Cina berarti tekun, kebaikan, silat atau tenaga yang terpusat.
Kitab Zho Dam itu merupakan sebuah kitab kuno tentang thifan karya Ahmad Syiharani, seorang pendekar thifan asal Urwun, Cina. Sayangnya tidak tercantum kapan tahun ditulisnya. Hanya diketahui, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu beberapa abad lalu oleh Hang Nandra Abu Bakar, hulu balang Sultan Iskandar Muda di Aceh. Karena itu, seperti dituturkan Ibtidain, sebenarnya thifan sudah masuk ke Nusantara jauh sebelum beladiri ‘impor’ lain masuk ke negeri ini, melalui Aceh, saat Serambi Mekah ini dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda pada sekitar tahun 1678. Sumber lain mengatakan, thifan masuk ke tanah Sumatera saat Aceh dipimpin oleh Malik Mudhofar Syah. Di Aceh thifan sempat menjadi beladiri resmi kerajaan. Kemudian dari ujung Sumatera ini thifan menyebar ke Riau, Malaysia serta Muangthai. Menurut Merzedek, pada tahun 1960-an thifan sempat ramai digandrungi di kalangan pemuda Islam di kota Bandung. Mereka sangat bersemangat berlatih thifan untuk menghadapi kekuatan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pada waktu itu sedang berjaya berkat dukungan pemerintah Orde Lama pimpinan Soekarno.
Sayangnya, setelah PKI berhasil ditumpas, semangat pemuda Islam mempelajari thifan jadi menurun. “Dengan dilarangnya PKI mungkin mereka merasa musuh yang dihadapi sudah habis ditumpas, sehingga tidak ramai lagi latihannya,” ungkap Merzedek kepada Sahid. Setelah itu banyak kaum Muslimin yang mempelajari berbagai beladiri yang tidak sesuai dengan syariat Islam. Menyadari hal itu, Merzedek tidak menyerah. Ia mengajak sejumlah rekan dan muridnya untuk kembali menghidupkan thifan di kalangan pemuda Islam. Alhamdulillah sambutannya positif. “Dengan tifan, kita aman; dapat ilmu beladiri, sementara aqidah tetap terjaga,” kata Rizal, salah seorang peserta tifan di lanah Ragunan. Selain alasan itu, menurut para peserta, mereka memilih beladiri ini karena thifan juga dinilai unggul karena gerakannya merupakan kombinasi dari kekuatan, kecepatan dan keindahan.
***
Sejak 1980-an thifan mulai go public ke luar Bandung, yakni merambah Sukabumi, Cianjur, Cirebon, Tasikmalaya dan Jakarta. Kemudian sejak 1990-an mulai merambah hingga ke Surabaya. Di Jakarta kini ada sekitar 10 pelatih senior yang masing-masing sekitar 3-8 lanah. Total ada sekitar 50 lanah
ket : sudah dipiblikasikan di majalah HIDAYATULLAH
Selasa, 16 Desember 2008
Cerita Cinta, Syair...

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat
ketika kita menemukan seseorang yangkeunikannya sejalan dengan kita,
kita bergabungdengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehanserupa yang dinamakan cinta.
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanmereka.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikan air mata
dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu
dan kamu masih menunggunya dengan setia.
Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dankamu masih bisa tersenyum
dan berkata” aku turut berbahagia untukmu ”
Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari,
bahwa kamu menemukancinta dan kehilangannya,
tapi ketika cinta itu matikamu tidak perlu mati bersama cinta itu.
Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalumendapatkan keinginannya,
melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh,
entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,
cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi
atas pilihan2 hidup yang telah kau buat.
Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” akulupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan akusendiri ”
membuka pintu meski kamu belum mengetuk danbelum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”mencintai juga bukanlah bagaimana kamumelupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apayang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkanbagaimana kamu bertahan.
Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalahorang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak,
dan bila suatu saat pergi,
kau akan menyadari bahwa
dia adalah cinta yang tak kau sadari
Selasa, 04 November 2008
SANDAL JEPIT SANG BIDADARI PEMBAWA HIKMAH
Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan."Ummi... Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar? Selalu saja, kalau tak keasinan, kemanisan, kalau tak keaseman, ya kepedesan!" Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu."Sabar Bi, Rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul? Ucap isteriku kalem."Iya. Tapi Abi kan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!" Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.
*******
Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Namun apa yang terjadi? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada."Ummi... Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?" ucapku sambil menggeleng-gelengka n kepala. "Ummi... isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?"Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. "Ah...wanita gampang sekali untuk menangis," batinku. "Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihah? Isteri shalihah itu tidak cengeng," bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai."Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali," ucap isteriku diselingi isak tangis. "Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda..." Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?! Subhanallah ? Alhamdulillah?
********
Bi..., siang nanti antar Ummi ngaji ya...?" pinta isteriku."Aduh, Mi... Abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?" ucapku."Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan," jawab isteriku."Lho, kok bilang gitu...?" selaku."Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa-kenapa, " ucap isteriku lagi."Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja," jawabku ringan.
*******
Pertemuan dengan mitra usahaku hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. "Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu," aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Dug! Hati ini menjadi luruh. "Oh....bukankah ini sandal jepit isteriku?" tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus."Maafkan aku Maryam," pinta hatiku."Krek...," suara pintu terdengar dibuka. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. "Ini dia mujahidah (*) ku!" pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurang an isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: "Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya. "Sedang aku? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!"Maryam...!" panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum bahagia."Abi...!" bisiknya pelan dan girang. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini."Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan? kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?" sesal hatiku.
******
Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. "Alhamdulillah, jazakallahu. ..," ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud (**) dan 'iffah (***) sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku?
(Oleh : Yulia Abdullah)
kesan moderator : membaca kisah ini sentak membuat lamunan panjang terbayang kekhilafan terhadap bidadari rumah, senyum simpul yang ikhlas, manja yang memikat, memori masa2 Indah bersama, teraduk menjadi satu...ku ingin menjadi pembawa bahagia untuk bidadariku...
terimakasih Ya Allah atas karunia-Mu.....